Tria Ngeblog

Aku Ingin Berguna Bagi Semua Orang

Banjarmasin VS Sampah?

Ditulis oleh triasakti di/pada Desember 8, 2008

Keberadaan sampah yang dihasilkan pada sampah rumah tangga di kota Banjarmasin saat ini setiap harinya semakin meningkat.  Perkembangan jumlah penduduk sebagai dampak dari bermunculannnya berbagai perumahan baru di kota Banjarmasin, juga dianggap sebagai faktor yang memberikan sumbangan besar terhadap meningkatnya jumlah sampah.

Mengenai peningkatan jumlah sampah itu, munkin dianggap sebagai hal yang wajar dalam kehidupan. Namun, bila peningkatan keberadaan sampah itu tidak diimbangi dengan langkah dan upaya Pemko Banjarmasin dalam mengatasinya tentu merupakan hal yang tidak wajar. Masalahnya, selama ini komplek perumahan yang terus berkembang, perkampungan, dan tempat umum tidak ada disediakan tempat sampah khusus.

Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya tumpukan sampah yang menngunung di areal perempatan jalan komplek ataupun disisi jalan. Sebut saja di sudut jalan S.Parman menuju jalan kayutangi tepatnya di depan komplek sekolah SDN Pasar Lama. Jika malam hari, sekitar pukul delapan malam, terdapat sampah yang sengaja ditumpuk di sana, padahal tidak jauh dari sana terdapat plakat pengumuman tentang Perda mengenai sampah. Sungguh ironis sekali, sudah ada larangan masih saja dilakukan. Yach, mungkin itu sudah menjadi kebiasaan yang sudah membudaya. Jangan heran bila banjarmasin disebut sebagai kota sampah, melihat fakta dilapangan memang begitu adanya.

Tidak kalah juga diperempatan jalan HKSN – perdagangan (komp. AMD dan HKSN permai) sampahnya kian menumpuk bak deretan pegunungan meratus dari kejauhan. Anehnya, masyarakat yang berada di sekitarnya terkesan biasa-biasa saja melihat keberadaan sampah ini. Memang di sana ada tempat pembuangan sampah sementara. Tapi tak sepadan dengan banyaknya masyarakat yang berada di kawasan tersebut. Inilah yang membuat penumpumpukan sampah secara besar-besaran.

Bahkan tidak sedikit dari masyarakat banjarmasin yang membuang sampah ke sungai. Padahal sungai merupakan ikon kota banjarmasin yaitu kota seribu sungai. Mungkin ungkapan air sebagai sumber kehidupan disalah artikan oleh masyarakat kita. Sungai bukan saja menjadi tempat MCK tetapi juga menjadi tempat pembungan sampah raksasa yang praktis bagi masyarakat yang berada dipinggiran sungai dan tanpa adanya pungutan biaya kebersihan. Lagi pula, toh tidak ada yang pernah tertangkap satpol PP ketika masyarakat membuang sampah kesungai. Hal ini pun menjadi budaya masyarakat banjarmasin.

Di tinjau dari segi kesehatan, sampah merupakan sumber dari berbagai penyakit, apalagi sampah rumah tangga hingga kotoran manusia yang dibuang ke sungai, maka sungai akan tercemar dan airnya tidak layak di konsumsi masyarakat.

Diharapkan kedepannya, pemkot serta jajaran yang terkait lebih memperhatikan mengenai masalah sampah ini terutama dalam developer yang mengembangkan perumahan hendaknya setiap blok perumahan dibuat tempat sampah khusus. Dinas kebersihan dan tata kota dalam pelaksanaannya membersihkan sampah diharapkan lebih giat lagi, bercermin dari kota besar lainnya seperti Balikpapan, sampah ditangani lebih serius, terbuti dengan adanya TPS (tempat pembuangan Sementara) yang tersedia di setiap RT dan petugasnya pun kerjanya malam hari agar lebih maksimal. Kota seperti itu patut kita contoh, selain itu, kesadaran dari masyarakat itu sendiri adalah hal yang paling utama dalam terciptanya kota banjarmasin yang bersih dan bebas dari sampah agar moto Banjarmasin Bungas bisa terwujud.

6 Tanggapan ke “Banjarmasin VS Sampah?”

  1. Rizky berkata

    Ya, Met Idul Adha… Maafin Aha kalo selama ne da salah ya… Berelaan,,,he

  2. Syams Ideris berkata

    Bjm dan sampah? mhhmm..saya jadi teringat waktu indekost di jalan Pangeran dulu. Tepat di pinggir sungai. Memang membuang sampah ke sungai itu sangat mudah, praktis dan simpel. He..he..he..Bahkan ada cerita unik, sampah yang saya buang besoknya pas air pasang ehh..balik lagi. he..he..rupanay hilir mudik aja.

    Tapi kalau di rasa-rasa jadi nggak enak juga ya membuang sampah di sungai. Hal ini membuat sungai kotor dan merupakan pencemaran sungai. Janji…nggak lagi dech.

    Salam kenal dari Kandangan…
    SElamat Idul Adha 1429H semoga momen ini jadi tali perekat silaturahmi..

    Wassalam,
    Syams Ideris

  3. Ncep berkata

    Kayanya citra Banjarmasin sebagai kota sampah ga pernah bakal bisa ilang yach? Tapi mungkin jika didukung kesadaran masyarakatnya akan kebersihan image itu akan hilang dengan sendirinya. Khan Mayoritas masayarakat kota Banjarmasin adalah muslim, dan Kebersihan adalah sebagian dari iman.

  4. iriel berkata

    Hal ini makin membuktikan urutan Banjarmasin sebagai kota terkotor ke 2 setelah bandung..
    Ayo kawula muda Banjarmasin, kita harus sama2 cari jalan keluar untuk daerah tercinta kita ini…

    salam kenal dari urangbanuadibanuaurang

  5. rizal619 berkata

    kok banjarmasin vs sampah??kan banjarmasin dah temenan sama sampah..(identik maksudnya)hehe

  6. tegrex berkata

    sampah – dan manusia,
    manusia ada yang semangat memebersihkan,
    semangat membuang sampah saja,
    semangat membayar iuran sampah,
    semangat tanpa peduli dengan sampah di sekitar,
    semangat untuk bertahan “sampah dengan kita” tetap melekat

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>