Kota Seribu Sungai
Ditulis oleh triasakti di/pada Februari 19, 2009
Sebagai kota seribu sungai, Banjarmasin saat ini benar-benar merasakan dampaknya jika tidak secara sungguh-sungguh memelihara kelaangsungan sungai. Air pasang ditambah hujan yang mengguyur selama sepekan terakhir menyebabkan sejumlah kawasan di Banjarmasin dan sekitarnya tergenang hingga warganya kelimpungan. Kejadian ini merupakan sebuah fenomena alam. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, air pasang sekarang ini adalah yang terparah yang pernah terjadi di Banjarmasin dan sekitarya.
Tidak hanya pemukiman warga pinggiran sungai saja yang terendam, sekolah, perguruan tinggi hingga kantor maupun instalasi milik pemerintahan setempat ikut merasakan dampak dari ketidakpedulian masyarakat terhadap keberlangsungan sungai.
Pembangunan yang tidak teratur dan tidak terkontrol yang berdampak pada penyempitan dan pedangkalan keberadaan sungai di Banjarmasin yang memberikan peran dalam air pasang yang terjadi dan masuk serta menggenangi pemukiman warga.
Sekitar 10 tahun terakhir ini saja, pembangunan perumahan dan ruko ( rumah dan toko) mengalami perkembangan yang cukup pesat. Parahnya, pembangunan yang dilakukan menggunakan sistem uruk yang secara otomatis menjadikan beberapa lahan yang bersifat rawa maupun sebagai daerah resapan air di kota ini lambat laun semakin menghilang. Bukan hanya daerah resapan air saja yang mulai menghilang, tapi sungai dan juga anak sungai mulai hilang dan dapat dikatakan menjadi sungai mati. Hal ini dikatakan karena, air yang ada di sungai/anak sungai tersebut tidak dapat mengalir dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi ini menyebabkan aliran sungai dan luapan air hujan tidak tertampung dan mengalir secara maksimal hingga terjadi genangan air dimana-mana. Pemukiman yang berada dibantaran sungaipun mengalami dampak yaang sangat terasa, yaitu genangan air masuk kedalam rumah hingga mata kaki bahkan lebih.





kisahdoktermuda berkata
Banjir = banjar…
orang tua saya dulu bilang kalo parit kecil dimuka RS Ulin itu dulu adalah sungai besar sebelum sedikit demi sedikit terlindas pembangunan jalan..darisana orang bisa mengayuh jukung mengelilingi BJM…
salam kenal..
hamsin berkata
kayanya perlu kesadaran bersama deh..supaya gak banjir lagi,,met menulis z deh….
omiyan berkata
inilah efek dari globalisasi pemabangunan yang ada, yang terpenting adalah penataan pembangunan yang benar perlu dilakukan walau terasa sulit dan mustahil
soulharmony berkata
kota 1000 ruko
soulharmony berkata
malam ini KOPDAR di SKY FM Bjm Jl. Kolonel Sugiono jam 8, ditunggu kedatangannya
085251534313/081952954056/7718393
salam
septarius berkata
terimakasih telah berkunjung ke gubuk saya.
salam kenal dan persahabatan :)
wew akhirnya bisa menjejakkan kaki di rumah tria
yang bagus dan indah ini :roll:
saya cuma ingin meninggalkan jejak disini
semoga bisa sering mampir kesini
sekedar nengok atau cuap-cuap kasih kripik pedas
eh! kritik maksudnya hihihi
tria juga kalau jalan-jalan jangan lupa mampir
ke gubuk saya
http://septarius.worpress.com
keep in smile :)
marshmallow berkata
sungai menyediakan air yang dibutuhkan manusia.
tapi manusia seringkali lupa bersyukur dengan memeliharanya.
semoga banjir tak berlama-lama singgah di banjar…
rizal619 berkata
kasihan warga banjarmasin…
http://rizal619.wordpress.com
Ersis Warmansyah Abbas berkata
Sunagi zaman sekarang … internet Bro; trasportasi, informasi, komunikasi … itu makna padanan ‘kebudayan sungai’
iwin dan lela berkata
oooo… yayaya… sabar ae, bawa ikhlas za. tawakkal, berserah diri pada yang kuasa. mudahan ae ampih banjirnya. wan asal kita kada umpat2an mandangkali sungai za, kalo laaa,,hehehe