Pemain Cinta
Ditulis oleh triasakti di/pada April 8, 2009
Kau tak kembali pada janji yang kau katakan padaku…
Aku menyalakan lampu harapan yang seumur hidup yang ku habiskan dalam hayal…
Kau datang…
Dengan cerita cinta masa lalu…
Kau buat hatiku luluh…
Membuatku semakin gelisah…
Kau memainkan permainan cinta dengan ku…
Tapi hatimu…
Kau tambatkan pada orang lain…
Bagaimana bisa kau bepikiraku dapat melupakanmu?
Apa yang tersisa dari kenangan yang lama terukir?
Yang tak dapat terlupakan?
Kemana kunang-kunang pergi meninggalkan api cahay kehidupannya?
Apakah kau mulai katakan?
Kenapa kau berhenti di tengah jalan?
Ketika mulai jalan bersama ku…
Kau memang tak serius memainkan permainancinta dengan ku…





Arsyad Indradi berkata
Duhai, siapa yang berani main api dia akan hangus
Siapa yang berani terjun ke air dia akan basah
Oleh karena itu berhati-hatilah jangan sampai terperangkap oleh kebohongan cinta asmara.
Sebab cinta asmara tak pernah mengenal musim. Cinta asmara tak pernah mengenal usia.Dia datang dan pergi manakala kita terlelap tidur. Apalagi tidurnya bergayut seribu mimpi.Bersunting seribu khayal. Orang yang mabuk karena minum angur cinta, suatu waktu dia akan menangis, menangis tak bersebab.Menagis di muka jendela sambil memandang langit yang berarak awan. Atau dia akan buru-buru menghapus airmatanya manakala ada ketukan pintu dan dengan tangan penuh harap membuka pintunya.Duhai, bagi orang yang baru pertama mereguk manisnya anggur, tak ayal dia akan berlama-lama di muka cermin sambil tersenyum memandang wajahnya sendiri yang berpatut-patut.Yeaaaaah. Salam buat Tria.